Sekitar tahun 1996, anggota mailing-list linux kernel berupaya mencari sebuah logo yang cocok untuk Sistem Operasi Linux. Banyak yang mengusulkan logo yang keren & macho, seperti : elang, hiu, dll. Namun, Linus Torvalds , sang pencipta Linux, lebih menginginkan seekor penguin. Lalu, Dale Scheetz mengajukan sebuah desain, penguin yang sedang menggenggam bola dunia. Linus masih merasa kurang sreg dengan desain itu. Inilah sebuah petikan dari emailnya :
“Ok, so we should be thinking of a lovable, cuddly, stuffed penguin sitting down after having gorged itself on herring. …
Give people the outline, and they should say ‘Ooh, what a cuddly penguin, I bet he is just-stuffed-with herring’, and small children will jump up and down and scream, ‘mommy mommy, can I have one too?’ …
But the simple, single penguin would be the logo.” (L. Torvalds, 9 May 1996)

“Penguin yang Diharapkan”
“Ok, so we should be thinking of a lovable, cuddly, stuffed penguin sitting down after having gorged itself on herring. …
Give people the outline, and they should say ‘Ooh, what a cuddly penguin, I bet he is just-stuffed-with herring’, and small children will jump up and down and scream, ‘mommy mommy, can I have one too?’ …
But the simple, single penguin would be the logo.” (L. Torvalds, 9 May 1996)

“Penguin yang Diharapkan”
Faktanya, Linus Torvalds memang begitu menyukai penguin. Hingga Ia pun pernah dipatuk seekor penguin di sebuah bonbin di Canberra. Hal ini masih saja dijadikan inspirasi untuk memilih makhluk ini. “Penguinitis makes you stay awake at nights just thinking about penguins and feeling great love for them.” (L. Torvalds). Mungkin ini juga yang membuat orang yang “terpatuk” oleh Linux tidak dapat tidur malam hari dan terus ngoprek dan memikirkannya. :)
Pada kisah yang lain, Linus sedikit mengkonfirmasi bahwa penguin tidaklah beracun. Jarinya hanya sedikit lecet akibat serangan itu.
Kompetisi itu dilanjutkan kembali. Adalah Larry Ewing

Lukisan Larry Ewing
Tiba saatnya untuk menamai penguin itu. Diadakan kompetisi on-line berjudul “We name that penguin while Linus is not around”. Banyak yang mengira nama “Tux” diambil karena warna tubuh penguin memang seperti menggunakan tuxedo. Namun, James Hughes
“(T)orvolds (U)ni(X) –> TUX!” (J. Hughes, 10 Jun 1996)
James pun salah dalam mengeja nama “Torvolds”. :)

Tux Terkecil (130 micron), berada pada sudut suatu chip silicon.

Tux dari Lego, oleh Eric Harshberger, setinggi 25 inch (0.6 meter
Ada juga yang mencoba menamainya “Linnie”. Nama ini cukup populer, namun “Tux” tetap lebih digemari. Sebenarnya, ada logo Linux lain yang mengungguli Tux dalam berbagai jajak pendapat. Logo ini didesain oleh Matt Ericson. Tux membuktikan demokrasi pun pernah salah. Tux-lah yang lebih terkenal. Namun, kita dapat menyebut desain Matt sebagai logo Linux dan Tux sebagai maskot Linux.
“Compare that to a more abstract logo (like the windows logo – it’s not a bad logo in itself). You can’t really do anything with a logo like that. It just ‘is’.” (L. Torvalds, 12 May 1996)

“Linux Logo” oleh Matt Ericson

“Peace, Love, & Linux”

“Snow Tux”

Print, Gunting, Lipat => Tux
Rupanya Tux benar-benar ada di bonbin Bristoll! Fans Linux di Inggris, dipimpin oleh Alan Cox, menghadiahi Linus seekor penguin, pada hari ulang tahunnya! Namun, sedikit aneh, penguinnya berkaki hitam (Jackass). :)
Tux ASLI, inipun memenangkan sebuah penghargaan dari “Internet World”, dinominasikan sebagai seorang dari dua-belas “Who Made a Difference During the Year”
“As open source software by definition cannot be controlled by any one person, it is perhaps fitting the most recognized face in the Linux world belongs not to its creator, Linus Torvalds, but to its mascot, Tux.” (“Internet Scrap book”, 14 Des 1998)

“Homer Tux”

3D Tux

ASCII Tux

0 comments:
Posting Komentar